Rabu, 25 Mei 2011

Mahabbah



Cinta kepada Allah merupakan tujuan yang paling utama dari segala maqam, dan puncak yang paling tinggi dari semua tingkatan. Tidak ada maqam setelah cinta, kecuali dia adalah buah dan konsekuensinya, seperti kerinduan, rasa suka, ridla, dan seterusnya. Dan tidak ada maqam sebelum cinta, kecuali dia adalah muqadimahnya, seperti taubat, sabar, zuhud, dan lain-lain (Abu Hamid Al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin, vol. XIII, hlm. 2570)
Cinta tak memiliki batasan-batasan yang jelas, kecuali cinta itu sendiri. Definisi-definisi tersebut justru menambah ketidakjelasannya. Definisi cinta adalah wujudnya. Sebab, definisi adalah milik ilmu pengetahuan. Sementara cinta adalah perasaan yang memenuhi hati orang-orang yang mencintai. Yang ada di dalamnya hanyalah perasaan yang menggebu-gebu. Semua yang dikatakan tentang cinta hanyalah sekedar keterangan tentang pengaruhnya, ungkapan tentang buahnya dan penjelasan tentang sebab-sebabnya.