Jumat, 30 Agustus 2013

Positive thinking

Saat ini sangat sulit untuk mengalihkan acara TV dan menghindari berita yang terkadang membuat hidup semakin sumpek. Kita jarang mendengar cerita tentang orang baik yang melakukan hal-hal baik di dunia ini, dan tidak heran banyak di antara kita menjadi depresi, paranoid, dan mudah marah. Dengan semua kesulitan yang kita hadapi dalam hidup, sangat penting membiasakan diri kita untuk berpikir positif. Setiap orang di dunia ini pasti pernah mengalami yang namanya depresi. Hal ini disebabkan oleh faktor seperti trauma dan shock yang tiba-tiba, bahkan sampai hal kecil seperti kurang tidur dan liburan yang tertunda. Kunci menghindarinya adalah mencegah emosi negatif dengan mengubah gaya hidup dan perilaku. Kita harus memiliki suatu pandangan hidup positif, kalau tidak depresi akan selalu menang. Orang yang berpikiran positif selalu mengikuti suatu rencana dalam hidup. Jika kita menunggu hidup membawa kita ke suatu tempat, kita akan jatuh pada perangkap pengharapan yang terlalu banyak dan menjadi kecewa dengan cepat. Dengan mengatur tujuan yang konkrit dan realistis, kita telah membuat standar diri untuk mencapai periode waktu yang jelas. Pertama kali kita mencapai tujuan, pikiran positif akan mulai muncul dengan kapabilitas dan skill. Dan yang terbaik dari segalanya adalah tingkat kepercayaan diri. Hal lain yang banyak orang cari dan pertahankan adalah kebebasan. Kebebasan adalah sesuatu yang bernilai yang dimiliki setiap orang. Kebebasan untuk berpikir dan mencipta, akan tumbuh seperti yang kita harapkan tentunya dengan cara yang positif. Ketika kita menjadi sangat tergantung dengan orang lain, kita akan berpikir destruktif dan menjadi malas. Tumbuhkan sikap ketidaktergantungan segera mungkin. Bertanggungjawablah pada hidup dan tindakan yang kita lakukan. Sekali anda merasa mampu untuk mengontrol hidup, kita memulai perjalanan pikiran positif kita. Ketika kita sedang memiliki masalah, ingatlah dengan berpikiran positif bahwa “anda adalah apa yang anda pikirkan, dan anda merasa apa yang anda inginkan”. Dengan melakukan ini, anda akan selalu menjadi seorang pemenang dalam waktu baik dan seorang survivor saat waktu buruk.

Bahasa Hati

Setiap kali hati terasa gundah karena masalah yang tengah dihadapi, pergilah menenangkan diri dan dengarkan hati Anda bernyanyi: Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan. Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran. Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta. Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang. Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan. Ada kekuatan di dalam kemurahan, dan orang yang murah hati adalah orang yang kuat karena dia tidak pernah menahan mulut dan tangannya untuk melakukan kebaikan sesama insan. Ada kekuatan di dalam kebaikan, dan orang yang baik adalah orang yang kuat karena dia mampu melakukan kebaikan kepada semua orang. Ada kekuatan di dalam cinta, dan orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat karena dia mampu mengalahkan keinginannya untuk mementingkan diri sendiri. Ada kekuatan dalam tawakegembiraan, dan orang tertawa gembira adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah getar dengan ujian dan dugaan. Ada kekuatan di dalam kedamaian diri, dan orang yang dirinya penuh kedamaian adalah orang yang kuat karena dia tidak pernah tergugat dan tidak mudah diumbang-ambingkan. Ada kekuatan di dalam kesabaran, dan orang yang sabar adalah orangg yang kuat karena dia sanggup menanggung segala sesuatu dan ia tidak pernah merasa disakiti. Ada kekuatan di dalam kesetiaan, dan orang yang setia adalah orang yang kuat karena dia mampu mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi demi kesetiaannya kepada Allah dan orang lain. Ada kekuatan di dalam kelemahlembutan. Orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat karena ia mampu menahan dirinya untuk tidak membalas dendam. Ada kekuatan di dalam penguasaan diri, dan orang yang mampu menguasai diri adalah orang yang kuat karena mampu mengendalikan segala nafsu keduniawian. Di situlah terletaknya kekuatan sejati. Dan sadarlah bahwa kita juga memiliki cukup kekuatan untuk mengatasi segala masalah kita. Di manapun dan kapanpun, seberat dan serumit apapun.

Menikmati Rasa Bosan

Seorang pak tua yang bijak sedang bercakap-cakap dengan tamunya. Tamu : “sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan’, Pak Tua?” Pak Tua : “bosan adalah keadaan di mana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu” Tamu : “ kenapa kita merasa bosan?” Pak Tua : “karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki” Tamu : “bagaimana menghilangkan kebosanan?” Pak Tua : “hanya ada satu cara: nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya” Tamu : “bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?” Pak Tua : “bertanyalah pada dirimu sendiri. Mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?” Tamu : “karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua...” Pak Tua : “benar sekali, Anakku.. tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan itu pun akan hilang.” Tamu : “bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?” Pak Tua : “ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelepon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya..” Lalu tamu itu pun pergi. Beberapa hari kemudian tamu itu mengunjungi pak Tua lagi. Tamu : “pak Tua, saya sudah melakukan apa yang anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?” Pak Tua : “ coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan” Tamu : “contohnya?” Pak Tua : “mainkan permainan yang paling kamu senangi waktu kecil dulu” Lalu tamu itu pun pergi. Beberapa minggu kemudian, tamu itu datang lagi. Tamu : “pak Tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?” Pak tua tersenyum mendengar penuturan tamu tadi. Pak tua menanggapinya: “karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, Anakku.. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria” Life goes on.......