Jumat, 11 Januari 2013

Secantik Bidadari

Siapa sich yang tidak mau dirinya menjadi secantik Bidadari? Hemm… Yuk kita simak bareng sebuah hadiah dan tips yang nantinya akan menambah kecantikan antum, bahkan memberikan kecantikan abadi  Diriwayatkan dari Ummu Salamah, ia berkata bahwa dia telah bertanya kepada Rasulullah tentang firman Allah (Q.S. Al- Waaqi’ah [56]: 22): “chuurun ‘iin” (bidadari-bidadari bermata jeli), maka beliau menjawab: “chuur artunya berkulit putih, sedangkan ‘iiní artinya bermata jeli.” Lalu aku berkata lagi: “Beri tahukan kepadaku tentang firman Allah (Q.S. Al- Waaqi’ah [56]: 23): “Ka amtsaalil lu’lu-il maknuun” (laksana mutiara yang tersimpan baik)”. Beliau menjawab: “jernih bak mutiara yang berada di dalam kerangnya yang belum pernah tersentuh oleh tangan manusia.” Aku berkata lagi: “Beri tahukan kepadaku tentang firman Allah (Q.S. Ar- Rahmaan [55]: 70): “fiihinna khayraatun chisaan” (Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik, lagi cantik-cantik). Beliau menjawab: “Baik akhlaqnya dan cantik wajahnya. Aku berkata: “beri tahukan kepadaku tentang firman Allah (Q.S. ash- Shaffaat [37]: 49): “ka annahunna daidlum maknuun” (seakan-akan mereka telur [burung unta] yang tersimpan dengan baik).” Beliau menjawab: “kelembutanyya seperti lembutnya kulit ari yang engkau lihat melapisi telur tepat di bawah kulit luarnya.” Aku bertanya: “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, antara wanita dunia dengan bidadari surga?”. Beliau menjawab: “Bahkan wanita dunia lebih utana daripada Bidadari surga, seperti keutamaan bagian luar atas bagian dalam.” Aku bertanya: “Hal itu bisa terjadi dengan hal apa?”. Beliau menjawab: “Berkat shalat, puasa, dan ibadah mereka. Allah menjadikan wajah mereka bercahaya, dan memakaikan tubuh mereka dengan kain sutra; kulit mereka berwarna putih bersih; pakaian mereka berwarna hijau; perhiasan mereka berwarna kuning; tempat pendupaan mereka adalah mutiara; dan sisir mereka adalah emas. Mereka berkata: ‘Kami adalah wanita-wanita abadi yang tidak akan mati selamanya. Kami adalah wanita –wanita yang berbahagia, yang tidak akan mengalami kesusahan selamanya. Kami aalah wanita-wanita yang tetap berada di tempat tinggal dan tidak akan pernah keluar rumah selamanya. Kami adalah wanita-wanita yang selalu ridla dan tidak akan pernah marah selamanya, maka berbahagialah orang yang kami menjadi miliknya dan dia menjadi milik kami.” (H.R. Thabrani) Hati dalam diri wanita laksana bunga yang memancarkan cinta dan memberikan perasaan lembut, serta kecantikan. Di dalamnya terdapat lembaran putih yang merupakan lambang kesucian dan kemurnian yang akan memberikan cinta kepada dunia. Inilah awal petualangan kita menuju kecantikan. Di sini kita telah sepakat bahwa kecantikan jiwa dan hati merupakan pokok dari segala kecantikan. Sekarang, kita harus mencoba mengenal lebih jauh hati setiap wanita yang sangat dibutuhkan oleh dunia yang ‘keras’ di sekitar kita untuk menyebarkan kecantikan. Taukan antum, apa yang dinamakan hati? Yaa.., “ia dinamakan hati karena seringnya membolak-balik (tidak tetap pada pendiriannya). Perumpamaan hati adalah seperti bulu ayam yang tergantung pada sebuah pohon, yang dibolak-balikkan oleh terpaan angin, sehingga terlihat bagian luar dan dalamnya secara bergantian”. (H.R. Ahmad, Musnad Ahmad Hadits no. 18830) Jaga diri baik-baik Wahai Muslimah nan jelita… “Barangsiapa yang berusaha menjaga kesucian dirinya, maka Allah akan menjaga kesuciannya”. Don’t forget, selalu berbuat baik pada semuanya, karena “Sesungguhnya kebaikan itu akan membuat wajah bersinar; hati bercahaya; rizqi menjadi lapang; fisik menjadi kuat; dan orang lain menjadi senang”, (Ngutip kata dari ‘Abdullah bin ‘Abbas). Yang perlu kita ketahui, bahwa akhwat sejati bukan hanya dilihat dari besarnya jilbab yang dipakai, tapi dari besarnya semangat dalam menuntut ilmu. Bukan hanya dilihat dari tertutup rapat tubuhnya, namun dari ketulusan menutupi dirinya dari ma’siat. Bukan dilihat dari lembut suaranya, tapi juga dari semangatnya yang selalu tunduk pada syari’at Allah. Yuck, kita buat para Bidadari surga menjadi ‘iri’ dengan kita semua. Tetap semangat ya Saudari-saudariku sekalian… Allah Ma’anaa… Semoga Bermanfa’at 

Tidak ada komentar: