Jumat, 11 Januari 2013

SHUHBAH (Pergaulan)

Pergaulan memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam membentuk kepribadian, akhlaq dan tingkah laku manusia. Seseorang akan mengambil sifat-sifat sahabatnya melalui keterpengaruhan spiritual yang membuatnya mengikuti tingkah laku sahabatnya itu. Manusia merupakan makhluk sosial yang harus bergaul dengan orang lain dan menjadikan sebagian di anatar mereka sebagai sahabat. Apabila dia memilih bergaul dengan orang-orang yang berperilaku jahat, fasiq dan rusak akhlaknya, maka sifat-sifatnya kan melenceng serta gradual tanpa disadarinya, sehingga dia menjadi bagian dari mereka dan terjerumus ke dalam jalan hidup mereka. Akan tetapi jika memilih untuk bergaul dengan ahli iman, taqwa, istiqamah dan ma’rifat kepada Allah, niscaya secara gradual dia akan dapat belajar dari mereka akhlak yang lurus, iman yang kokoh, sifat-sifat yang luhur dan ma’rifat kepada Allah. Dan dia akan terbebas dari noda-noda jiwa dan kotoran-kotoran akhlaknya. Oleh sebab itu, akhlak seseorang dapat diketahui dengan mengetahui para sahabat dan teman duduknya. Dalam buku yang berjudul Hakekat Tasawuf karya Syaikh ‘Abdul Qadir Isa seorang penyair sufi mengatakan: Jika engkau berada dalam suatu kaum Aka bergaullah dengan orang-orang yang terbaik, Janganlah bergaul dengan orang-orang tercela Sehingga engkau terjerumus ke dalam kehinaan, Janganlah engkau bertanya tentang seseorang Tapi bertanyalah tentang sahabatnya Sebab, setiap orang akan mengikuti sahabatnya Bergaul dengan orang-orang baik itu masuk dalam poin pertama dalam wasiat sahabat Ustman bin Affan. Yuk, kita intip massage dari sahabat tersebut, yang mana dijelaskan 4 hal yang sisi luarnya merupakan keutamaan, dan sisi dalamnya merupakan kewajiban: 1) Bergaul dengan orang-orang baik itu keutamaan, sedangkan mengikuti jejaknya merupakan kewajiban. 2) Membaca Al-Qur’an adalah keutamaan, sedangkan melaksanakan isinya merupakan kewajiban. 3) Ziarah kubur itu merupakan keutamaan, sedangkan mempersiapkan diri menuju kubur itu merupakan kewajiban. 4) Menjenguk orang sakit adalah keutamaan, sedangkan melaksanakan wasiatnya adalah kewajiban.

Tidak ada komentar: