Sabtu, 01 Juni 2013

Makna Ma'af yang Sebenarnya

Maaf dan memaafkan... kata yang memiliki banyak arti, baik menabur perdamaian maupun rekonsiliasi, yakni kesediaan hati untuk menerima kesalahan masa lalu dan siap menatap kemasa depan yang lebih cerah. Dua kata itu memang mudah diucapkan, namun terkadang berat jika dilaksanakan dengan penuh ketulusan. Secara filosofis, memaafkan berarti keinginan untuk hidup tanpa menegok ke belakang dan memupus kenangan saat kebencian dan dendam pernah membara. Memaafkan mempunyai implikasi besar. Melalui kekuatan memaafkan seseorang akan merasa terbebaskan dari beban masa lalu, sehingga mereka bisa bertindak tegas dalam masa kini. Memaafkan yang dimaksud bukan sekedar tindakan lahiriyah semata, tetapi juga komitmen batin untuk siap menerima dan tulus terhadap tindakan memaafkan tersebut. Seorang ahli telah menacatat bahwa dalam al-Qur’an telah ada 12 ayat yang membahas tetang memaafkan. Inilah bukti bahwa Islam selalu mengajarkan sikap memaafkan. Tindakan Rasul pun menjadi uswatun hasanah bagi umat yang ingin belajar sikap memaafkan. Bagi para muslim, perayaan idul fitri yang dianggap sebagai hari raya adalah juga merupakan perayaan yang memuat seruan untuk saling memaafkan. Artinya, hari bahagia itutidak sekedar dirayakan dengan berjabat tangan, namun ada satu tanggung jawab besar utnuk melupakan masa lalu dan siap melangkah untuk kebaikan masa depan. Apabila masa lalu dipenuhi dengan konflik dan dendam serta hubungan yang renggang dan persaudaraan yang terputus, maka dengan i’tikad saling memaafkan kita mulai menjadi momen untuk mengembalikan ikatan dan hubungan persaudaraan tersebut. Oleh karenanya, setiap manusia dituntut untuk mampu mengaktualisasikan makna memaafkan tersebut dalam lapangan sosial. Karena dengan kata maaf, seseorang berrati telah ikut bertanggung jawab dalam menjaga perdamaian dan menghindari adanya konflik. “Balasan terhadap kejahatan adalah pembalasan yang setimpal, tetapi barang siapa yang memaafkan dan berbuat baik, ganjarannya ditanggung oleh Allah”. (Q.S.Asy-Syura : 40) Tunggu apa lagi,,, masihkah ada dendam dalam hati sehingga tak mau untuk saling berbagi dan saling memaafkan?? ^_^

Tidak ada komentar: