Di setiap tetesan ni'mat yang kita rasakan, ada baiknya jika kita mengingat bahwa ada orang lain yang juga berhak untuk merasakannya ......
Sabtu, 01 Juni 2013
Menilik Kesabaran dari Kisah Nabi Dzulkifli as.
Semuanya pasti tak asing dengan nama Nabi Dzulkifli, namun siapa sangka jika tenyata ada di antara kita ada yang tak tahu kisahnya? Apa yang dapat kita ambil dari kisah beliau?? Menilik dari Q.S.Al-Anbiyaa`: 85-86 dan Q.S.Shaad: 48, Yuk kita simak kisahnya...
Nabi Dzulkifli adalah putra Nabi Ayyub yang pada asalnya bernama Basyar. Setelah diangkat menjadi Nabi dan Rosul, namanya menjadi Dzulkifli (yang berarti orang yang sanggup memegang janji).
Dalam suatu riwayat, ada seoranga raja yang sudah berusia lanjut membuat sandiwara kepada seluruh rakyatnya, dengan isi sayembara: “Barangsiapa yang sanggup berpuasa pada waktu siang hari, dan malam harinya mlaksanakan shalat, maka ia dapat mengganti kedudukannya ssebagai raja. Dalam sayembara itu, tak satu pun di antara mereka yang sanggup melakukannya kecuali Nabi Dzulkifli. Karena berkat pertolongan Allah lah Nabi Dzulkifli berhasil memenangkan sayembara tersebut dan kemudin menjadi raja.
Setelah Nabi Dzulkifli menjadi raja, maka diatur lah jam-jam tidurnya, artinya; jam sekian tidur, jam sekian mengurusi rakyat, dan jam sekian melaksanakan amanat atau janji yaitu berpuasa di siang hari, serta mengerjakan shalat di malam harinya. Hal itu dilaksanakan tiap hari.
Pada suatu hari, Nabi Dzulkifli digoda oleh syaitan yang menyerupai manusia. Ia meminta agar Nabi menyelesaikan suatu perkara seketika itu juga, padahal beliaumasih berada di waktu jam tidur. Akhirnya perkara itu diserahkan oleh wakilnya, namun syaitan yang menyerupai manusia itu tidak mau, sebab dia menginginkan perkara itu diselesaikan oleh raja sendiri. Syaitan pun tidak pergi sampai pagi menyapa. Nabi Dzulkifli pun tidak marah dan masih tetap dalam kesabaran. Demikian juga ketika suatu ketika terjadi perang dengan orang-orang yang durhaka kepada Allah, maka Nabi Dzulkifli memerintahkan rakyatnya untuk berperang dan rakyatnya tidak mau melaksanakannya karena takut mati sehingga mereka meminta kepada Nabi Dzulkifli agar memintakan perlindungan kepada Allah agar tidak mati dalam berperang, dan mereka akan melaksanakannya. Setelah Nabi mendengar permintaan mereka, lalu beliau bedo’a kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui hingga akhirnya do’a tersebut dikabulkan karena Nabi Dzulkifli selalu memegang amanat atau janji.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar